Borneoindotimes.com
TANJUNG SELOR – Musyawarah Besar (Mubes) Luar Biasa Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Forum tersebut menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi adat sebagai upaya menjaga kesinambungan peran DAD dalam melestarikan adat, budaya, dan memperkuat persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Utara.
Ketua DPRD Kalimantan Utara, Achmad Djufrie, mengapresiasi jalannya Mubes Luar Biasa yang dinilai berlangsung kondusif dan sesuai mekanisme organisasi. Menurutnya, proses pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam dinamika sebuah organisasi, selama dilaksanakan melalui musyawarah yang mengedepankan persatuan dan dapat diterima oleh seluruh pihak.
“Proses musyawarah berjalan dengan baik, tertib, dan menunjukkan kedewasaan organisasi dalam menyikapi dinamika internal. Ini menjadi modal penting untuk menjaga soliditas dan keberlanjutan peran Dewan Adat Dayak di Kalimantan Utara,” ujar Achmad Djufrie.
Ia menambahkan, kekompakan yang ditunjukkan seluruh peserta selama pelaksanaan Mubes mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya serta memperkuat persatuan masyarakat adat di Bumi Benuanta.
Achmad berharap hasil Mubes Luar Biasa dapat menjadi awal yang baik bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan program-program organisasi, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Kalimantan Utara yang harmonis dan berbudaya.
Mubes Luar Biasa DAD Kalimantan Utara turut dihadiri Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa, serta dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara, H. Zainal Arifin Paliwang, yang juga merupakan Anggota Dewan Kehormatan MADN.
Pelaksanaan Mubes yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi adat mampu menjalankan proses regenerasi kepemimpinan secara demokratis, menjaga stabilitas organisasi, serta memperkuat peran strategis DAD sebagai mitra dalam pelestarian adat dan budaya di Kalimantan Utara.(*)












