Borneoindotimes.com
TANJUNG SELOR, – Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66 Tahun 2026 diperingati dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dan syukuran di Kebun Raya Bundayati, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Senin (12/10/2026).
Upacara dipimpin langsung Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. Rangkaian kegiatan diawali pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan pemotongan Nasi Rasul oleh Bupati didampingi istri, Sri Nurhandayani, S.Pd. Potongan nasi diserahkan kepada Anggota DPD RI, H. Hasan Basri, MH., Dr. Drs. Marthin Billa, MM., Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, SE., M.Si., bersama istri Kornie Serliany, ST., Ketua TP PKK Provinsi Kaltara Hj. Rahmawati, SH., Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, S.Sos., mantan Bupati Bulungan Drs. H. Budiman Arifin, M.Si., serta Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., bersama istri Martina Asang, S.Sos.
Dalam sambutannya, Bupati Syarwani mengatakan peringatan hari jadi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, mensyukuri capaian pembangunan, sekaligus meneguhkan tekad melanjutkan pembangunan dengan semangat kebersamaan.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Pelestarian Budaya, Mantapkan Potensi Unggulan Bulungan Berkelanjutan”.

“Pembangunan Bulungan hari ini sesungguhnya bukan hanya hasil kerja generasi kita. Apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari kerja dan pengabdian generasi-generasi sebelumnya, sekaligus amanah yang harus kita lanjutkan dan sempurnakan untuk generasi yang akan datang,” ujar Syarwani.
Bupati menegaskan, membangun Bulungan adalah pekerjaan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga seluruh komponen masyarakat.
Menurutnya, perubahan lingkungan global, perkembangan teknologi, tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, serta kebutuhan sumber daya manusia berkualitas menuntut semua pihak bekerja lebih cepat, tepat, dan inovatif.
“Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat dan transparan. Infrastruktur harus terus diperkuat untuk membuka akses dan meningkatkan konektivitas antarwilayah,” tegasnya.
Ia juga menekankan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan ekonomi produktif harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian utama karena kualitas pembangunan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
“Kita juga harus terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, berinovasi dan mengambil peran dalam pembangunan daerah,” pesannya.
Acara tersebut juga diisi penyerahan apresiasi dari Bunda PAUD serta penampilan Tari Jepen bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.












